Literasi Keamanan Digital

Halo sobat aliyhafiz.com, Pada kesempatan kali ini kita akan membahas  mengenai literasi keamanan digital, mulai dari pengertian, ruang lingkup dan pentingnya literasi keamanan digital. Simak yuk…

Perkembangan teknologi digital tidak bisa kita hindari, penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Mulai dari belajar, bermain, bahkan berbelanja  dan menemukan jodoh pun kita menggunakan teknologi digital. selain kita mahir dalam menggunakan produk digital, kita perlu juga mahir dalam kemampuan literasi keamanan digital.

Seiring perkembangan teknologi digital, berkembang pula dampak negatif dari perkembangan teknologi tersebut. Seperti pencurian data diri, penipuan, peretasan komputer baik pribadi maupun organisasi yang semakin hari semakin marak terjadi.

Oleh karena itu kesadaran akan efek negatif tersebut atau yang disebut dengan literasi keamanan digital harus dimiliki oleh setiap pengguna teknologi digital agar tidak terkena dampak negatif atau minimal mengurangi angka korban dari dampak negatif teknologi digital.

Pengertian Digital

Digital berasal dari bahasa Yunani yaitu Digitus artinya jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari manusia normal berjumlah sepuluh  atau 10. Ini menggambarkan bilangan digital yang terdiri dari bilangan 1 (satu) dan 0 (nol). sistem komputer menggunakan bilangan digital dalam operasinya atau yang disebut dengan bilangan biner bisa juga disebut Bit (Binary Digit).

Teknologi digital merupakan bentuk perkembangan dari teknologi analog yang masih menggunakan gelombang radio. Teknologi digital dimulai saat ditemukannya internet dimana komputer bisa saling terbubung dan berkomunikasi untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga semua keperjaan dan aktifitas maunsia diselesaikan menggunakan internet. Untuk menggunakan teknologi digital dibutuhkan perangkat seperti komputer, handphone, dan lain-lain.

Pengertian Literasi

kata literasi dapat dipahami sebagai kemampuan dalam membaca dan menulis, kemudian UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) menyatakan bahwa literasi adalah kemampuan individu dalam mengidentifikasi, memahami, mengartikan, mengkomunikasikan, menghitung, menggunakan media baik cetak maupun non cetak yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dirinya, dan digunakan untuk mencapai tujuannya.

Menurut UNESCO pengertian literasi bisa berkembang sesuai dengan latar belakang dari pemberi arti literasi itu sendiri. Memahami pengertian digital akan membantu dalam memahami ruang lingkup dari literasi keamanan digital ini.

Baca Juga  20 Modul Dari EC-Council Yang Harus Kamu Kuasai Untuk Bisa Menjadi Certified Ethical Hacker

Pengertian keamanan

Keamanan merupakan suatu keadaan bebas dari bahaya. Istilah ini digunakan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kejahatan baik dalam arti yang luas maupun sempit. Jika dalam arti luas bisa keamanan nasional berupa aman dari teroris, keamanan komputer dari hacker atau cracker,keamanan rumah dari pencuri.

Pengertian Literasi Digital

Jika dipadukan antara literasi dengan digital maka pengertian literasi digital adalah kemampuan menggunakan perangkat digital, yang digunakan untuk  dalam mengidentifikasi, memahami, mengartikan, mengkomunikasikan, menghitung, menggunakan media baik cetak mapupun non cetak yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dirinya, dan dan digunakan untuk mencapai tujuannya. Jika sudah mengerti pengertian dari literasi digital, maka pengertian literasi keamanan digital mudah dipahami.

Pengertian Literasi Keamanan Sigital

Literasi Keamanan Digital adalah kemampuan untuk keadaan bebas dari bahaya ketika menggunakan perangkat digital. Dengan semakin besarnya gelombang perkembangan teknologi informasi, tentu perangkat dan penggunaan teknlogi digital tidak bisa dihindari. Semakin maraknya kasus pencurian data, penipuan online, penerobosan pihak yang tidak memiliki izin atau otoritas kedalam sistem akhirnya dipandang perlu untuk memiliki literasi keamanan digital dimiliki oleh semua pengguna perangkat dgital.

Manfaat Teknologi Digital

Munculnya teknologi digital banyak mempermudah pekerjaan manusia, seperti:

#1.Mempermudah Komunikasi

Dengan adanya era digital saat ini tentunya semakin memberikan kemudahan dalam hal komunikasi. Saat ini manusia dikelilingi dengan perangkat digital yang canggih seperti smartphone. melalui perangkat inilah manusia dapat saling terhubung dengan manusia di belahan bumi manapun dengan memanfaatkan adanya teknologi internet. Bisa dibilang ini adalah salah satu bentuk kemajuan digital yang paling bisa kita rasakan saat ini.

#2.Mempermudah Aktifitas Menjadi Lebih  Fleksibel

Era digital adalah masa dimana semua hal serba mudah dan tidak ada batasan. Hal ini bisa dibuktikan dari kemudahan untuk mengikuti berbagai jenis kegiatan tanpa harus hadir di tempat. Kita bisa belajar tanpa harus hadir di kelas tersebut.

Masyarakat bisa mengerjakan apapun secara mobile. Bisa melakukan penawaran dan permintaan tanpa bertemu dengan penjual atau pembeli. Contoh lainnya penerimaan mahasiswa baru di suatu perguruan tinggi yang dapat dilakukan dari mana saja tanpa harus datang ke kampus yang bersangkutan.

#3.Mempermudah Transaksi

Internet memudahan kita dalam melakukan transaksi jual beli atau berbelanja dan mendapatkan apa yang diinginkan. Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini dengan adanya internet mulai bermunculan e-commerce atau toko online. Sehingga dalam hal ini memudahkan masyarakat untuk berbelanja atau mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus datang ke lokasi. Salah satu manfaat dari kehadiran toko digital seperti ini maka memungkinkan untuk menemukan penjual dan pembeli meskipun berada di lokasi yang berada pada jarak yang jauh.

Baca Juga  Keamanan Teknologi Informasi

Efek Negatif Teknologi Digital

Selain memiliki banyak manfaat dati teknilogi digital ini juga memiliki dampak negatif . Lalu, apa saja dampak negatif dari perkembangan teknologi digital ini? Berikut ini adalah efek negatif dari teknologi digital:

#1. Maraknya Pornografi

Kebebasan dalam mengakses internet membuat banyak orang bebas dalam mengakses konten dewasa. Walaupun pemerintah telah memblokir konten tersebut namun aplikasi untuk membuka blokir telah banyak beredar dan mudah digunakan, Sehingga konten pornografi semakin susah untuk dicegah. Bahkan konten ini banyak terpampang dalam bentuk iklan di blog-blog yang semua orang bisa melihanyanya.

#2. Dapat Membuat Kecanduan Game Online

Tujuan awal dibuat game adalah untuk menghibur diri dan menghilangkan kejenuhan. Namun desain game yang semakin bagus membuat seseorang kecanduan untuk terus memainkannya. Bahkan bisa membuat lalai dari tugas dan kewajibannya. Di kantor, di sekolah, di kampus, dan di rumah seseorang selalu bermain game. Ini tentu bukan efek positif, sehingga bisa berakibat tidak baik bahkan bisa berakibat kepada kematian.

#3. Merenggangkan Hubungan Sosial

Menggukaan perangkat teknologi digital bisa mendekatkan orang yang berjarak jauh dari kita. Namun kita melihat saat ini justru yang dekat bisa menjadi jauh karena penggunaan gadget. Seharusnya mengobrol langsung tapi asyik dengan gadget masing-maisng. Kasus sperti ini kita bisa kita lihat langsung bahkan kita alami sendiri. Inilah efek negatif, yang jauh bisa dekat yang dekat justru seakan jauh.

#4. Maraknya Berita Hoax

Perangkat digital memudahkan kita dalam membagikan atau menshare suatu informasi, tidak peduli informasi tersebut benar atau hanya berita hoaks, jika telah di bagikan makan informasi itu akan menjadi viral. Maka tidak heran jika informasi tidak benar atau berita hoak semakin mudah dan semakin banyak beredar. Tanpa ada kesadaran akan pentingnya mengklarifikasi suatu berita maka berita hoaks akan terus beredar sampai kapanpun.

#5. Radiasi Dari Perangkat Digital

Perangkat digital adalah perangkat elektronik, perangkat ini menggunakan gelombang elektromagnetik. Dalam penggunaan gelombang tersebut tentu ada radiasi yang timbul. Sehingga jika semakin banyak dan semakin sering menggunakan perangkat digital maka kita akan semakin terpapar radiasi dari perangkat terbut. Dan radiasi itu tidak baik bagi kesehatan, teruatama untuk ibu hamil dan balita.

#6. Maraknya Penipuan

Dengan mudahnya transaksi di era digital ini, maka mudah pula pelaku penipuan dalam menjalankan aksinya. Berbagai penipuan yang terjadi muncul dari adanya akun palsu yang sengaja dibuat untuk menjual barang di e-commerce yang tidak disertai atau menggunakan rekening bersama. Pembeli diminta untuk mentransfer sejumlah dana terlebih dahulu jika barang yang dipesan ingin di kirim. Setelah sejumlah uang di transfer namun barang yang dipesan tidak kunjung datang, bahkan kontak yang ada atau penjual tidak bisa dihubungi kembali.

Baca Juga  18 Tool Hacking Pilihan Yang Digunakan Para Hacker

#7.Munculnya Teroris Digital

Teroris adalah orang yang melakukan aksi teror. Dengan berkembangnya teknologi digital pelaku teror pun menggunakan teknologi untuk melakukan aksi terornya. Dengan adanya perangkat digital justru mempermudah dalam melakukan aksi teror, hanya menggunakan jemari menjadikan aksi ini semakin mudah apalagi jika aksinya telah menjadi viral. Berita terorisme sangat cepat tersebar. Oleh karena itu menggunakan teknologi digital dengan bijak menjadi solusi dalam menangkal penyebaran terorisme digital.

#8.Maraknya Pencurian Data Diri

Di era digital yang semuanya serba mudah dan cepat, ketika aktifitas seperti  berbelanja, belajar, bermain game dan bersosialisasi melaui meda sosial yang dimana menggunakan data diri untuk masuk ke dalam sistem biasanya terekam di dalam browser dan bisa di sadap, maka resiko pencurian data sedang terjadi. Oleh karena itu perlu angkah langkah yang harus dilakukan agar data tidak bisa diambi oleh pihak yang tidak diinginkan.

Data yang dicuri bisa dimanfaatkan untuk keuntungan pengambil data. Data yang dicuri biasanya seperti:

  1. Usernama Dan Password
  2. Kode Verifikasi Transaksi
  3. Data KTP dan KK
  4. Data Diri Seperti Tempat Tanggal Lahir
  5. Data Ibu Kandng
  6. Dan lain-Lain

Langkah Langkah Agar Tetap Aman Di Era Digital

Berikut ini adalah tips untuk meningkatkan literasi keamanan digital, Jika kita ingin aman dari pencurian data dan penipuan, maka 7 langkah ini bisa dilakukan..

  1. Buatlah password yang kuat dengan kombinasi antara huruf, angka, dan karakter khusus. 
  2. Jangan menyimpan username dan password  secara otomatis. 
  3. Jangan sembarangan klik tautan atau iklan pop-up yang sering muncul ketika berselancar atau masuk ke web yang tidak aman. ini akan menjadi langkah bagi peretas untuk mendapatkan akses ke sistem mu seperti di artikel ini.
  4. Jangan membagikan kata sandi (password /pin/ kode otp) kepada siapa pun.
  5. Berhati-hati dengan telp dari nomor tak dikenal yang mengiming-imingi.
  6. Berhati-hati dalam menggunakan  VPN
  7. Selalu menggunakan SSL (secure socket layer) ketika menggunakan internet.
  8. Tidak sembarangan mengakses website yang dicurigai sebagai website spam.
  9. Selalu mengupdate  patch yang disediakan oleh vendor perangkat lunak yang sedang digunakan. 
  10. Tidak mengupload foto data diri ke media sosial

Apabila Terjadi Pencurian Data

dalam hal ini pentingnya membuat standar protokol jika telah terjadi pencurian data atau penerobosan sistem. untukkebijakan atau rule keamanan bisa dibaca di artikel ini. Apabila kita telah menjadi korban dari pencurian data atau penipuan online maka langkah ini perlu dilakukan:

  1. Merubah username dan password yang selama ini digunakan.
  2. Melapor ke pihak bank  agar mengunci rekening kita
  3. Melapor ke pihak bank  penerbit kartu kredit untuk memblikir kartu kredit
  4. Melapor ke pihak perusahaan dompet digital atau E-commerce untuk ditindak lanjuti.
  5. Melapor kepihak berwajib (kepolisisan) untuk segera menyelidiki tindak pidana tersebut.

Itulah penjelasan lengkap tentang literasi keamanan digital, mulai dari pengertian, ruang lingkup dan pentingnya literasi keamanan digital. semoga bermanfaat…

Share ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *