Bahaya Hoaks dan Cara Menanggulanginya

Halo Sobat Aliy Hafiz kali ini kita akan bahas mengenai Bahaya Hoaks dan Cara Menanggulanginya. Penulis sekaligus sebagai jawara internet sehat lampung mengadakan seminar literasi digital mengenai tanggap informasi hoaks di desa batu menyan pesawaran.

Seminar ini difasilitasi oleh ICT Watch, WhatsApp dan Kominfo. Kolaborasi dengan RTIK Kota Bandar Lampung, RTIK Pesawaran, RTIK Lampung, Dinas PMD Kab Pesawaran dan Desa Batu Menyan.

Seminar Literasi Digital
Seminar Literasi Digital

Tidak lupa kolaborasi dengan kampus ITBA Dian Cipta Cendikia atau ITBA DCC dimana penulis juga adalah dosen ganteng lampung di kampus ini.

Daftar Isi

Pengertian Hoaks

Hoaks adalah bagian dari berita yang menipu, yang mungkin menyesatkan atau bahkan berbahaya, terutama ketika mereka terputus dari sumber dan konteks aslinya.

Penyebaran hoaks dipercepat oleh Internet, serta kemajuan telekomunikasi lainnya, dan merupakan bagian dari hiruk-pikuk media.

Hoaks bergantung pada emosi dan keyakinan yang tidak berdasar, daripada data ilmiah dan pemikiran logis (Chang & Gershwin, 2005).

Hoaks misalnya hadir sebagai ulasan palsu di situs web produk dan tentang pernyataan manipulatif selebriti dan politisi (Li et al., 2012; Gupta et al., 2013).

Mengapa Seminar Hoaks

Ada tiga alasan mengapa hoaks terjadi. Alasan pertama adalah informasi yang salah; teks tersebut disampaikan dengan keyakinan yang jujur ​​tetapi keliru bahwa fakta-fakta yang tidak benar yang disampaikan adalah benar (Kumar et al., 2016).

Yang kedua adalah disinformasi; fakta palsu dikandung untuk secara sengaja menipu atau mengkhianati audiens (Hernon, 1995; Fallis, 2014). Yang ketiga disebut bullshit, yaitu untuk menyampaikan kesan tertentu tentang diri seseorang (Frankfurt, 1986).

Saat ini, hampir semua orang dapat menggunakan Internet untuk membuat hoaks atau memalsukan berita.

Media Sosial terbuka, aksesnya adalah milik pengguna di dunia, dan memiliki potensi untuk menjangkau jutaan pengguna dan kemungkinan pelanggan di masa depan.

Konten Hoaks

Konten media sosial dapat disampaikan di antara pengguna tanpa penyaringan pihak ketiga yang signifikan, pengecekan fakta, atau penilaian editorial.

Sehingga pengguna individu tanpa rekam jejak atau reputasi dalam beberapa kasus dapat menjangkau pembaca sebanyak mungkin Fox News, CNN, atau The New York Times (Allcott & Gentzkow, 2017).

Bagian dari hoaks adalah penggunaan profil palsu oleh pengguna jahat untuk menampilkan diri mereka sebagai orang fiktif atau nyata (Krombholz et al., 2012).

Penyebaran Hoaks

Hoaks atau berita palsu dapat dengan mudah menyebar, menjangkau, dan mempengaruhi khalayak dunia yang lebih luas dalam waktu yang relatif singkat.

Dalam beberapa menit atau jam, hoaks dari tweet tunggal atau laporan yang bersumber buruk dapat menjadi cerita yang diulang oleh lusinan situs web berita, menghasilkan ribuan share, dan secara bertahap dapat menemukan kualitas sebenarnya.

Karena pengulangan oleh massa kritis memiliki efek yang kuat pada kepercayaan; itu kemudian menjadi kenyataan bagi pembaca hanya berdasarkan keberadaannya (Silverman, 2017).

Mungkin salah satu kasus terbaik adalah studi kasus penelitian yang salah atau curang yang berkaitan dengan DDT.

Senyawa kimia telah menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia daripada yang lain dalam sejarah, tetapi dilarang atas perintah satu orang.

Kepala Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), yang efeknya di seluruh dunia adalah jutaan kematian yang dapat dicegah (Edwards, 2004).

Jenis Hoaks

Berita Hoaks bisa verbal atau non-verbal. Untuk Penyebarannya hoaks disebarkan secara publik oleh pengguna jahat untuk menjangkau audiens di seluruh dunia untuk tujuan menyerang atau menipu.

Bahayanya hoaks menyerang atau menipu orang lain berdasarkan topik berbahaya atau fakta palsu, seperti jenis kelamin, asal etnis, agama, atau pernyataan manipulatif tentang selebritas, politisi, dan profil palsu.

Selain itu, Hoaks yang dibagikan berulang kali sangat memengaruhi kepercayaan, sampai-sampai kemudian menjadi kenyataan karena keberadaan atau keberadaan virtualnya di mana-mana.

Kesimpulan

Hoaks sangat berbahaya karena bisa mengancam persatuan dan kesatuan kita bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mari sama sama kita berantas hoaks ini.

Salah satu langkahnya adalah seminar literasi digital yang mengedukasi tentang bahaya hoaks dan cara menaggulanginya.

Demikianlah pembahasan mengenai seminar tentang hoaks mulai dari Bahaya Hoaks dan Cara Menanggulanginya. Cukup sekian jika ada yang salah dari dosen ganteng lampung ini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *