Belajar Hacking: Mulai Darimana ?

Banyak yang tertarik untuk bisa melakukan hacking. Mungkin di mata seseorang bisa melakukan hacking adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Oleh karena itu banyak yang belajar hacking.  Atau bahkan kuliah di kampus yang memiliki jurusan ilmu komputer untuk mendalami ilmu komputer.

Pada dasarnya semua orang bisa melakukan hacking. Namun, pada tingkatan yang berbeda-beda. Pada bahasan kali ini akan dibahas juga tingkatan hacker, nanti akan diketahui sudah sampai dimana tingkatan hacking kamu. untuk kamu yang yang sedang mencari cara belajar hacking mulai dari nol, belajar hacking otodidak, atau sedang mencari website belajar hacking berbahasa indonesia maka website ini tempat yang tepat.

Pengertian Hacking

sebelum belajar hacking, sebenarnya apa si pengertian hacking itu? Kalau dilihat dari asal katanya yaitu hacking berasal dari kata hack yang artinya “cut” atau memotong dalam kamus Cambridge . Kemudian pengertian hack atau hacking berkembang seiring berjalannya waktu menjadi seperti mendapatkan sistem komputer milik orang lain tanpa izinnya”.

Menurut kamus Merriam-Webster arti hack adalah memotong yang berkembang menjadi mendapatkan akses tidak resmi (ke sistem komputer orang lain). Dalam Softpedia pengertian hacking adalah segala bentuk penyalahgunaan komputer untuk mematahkan/merusak keamanan sistem komputer lain yang bertujuan mencuri data, merubah data, dan mengacaukan aktivitas  pengguna.

Beda Hacking Dengan Cracking

Dalam istilah hacking dikenal pula istilah cracking. Apa beda hacking dan cracking?. Sebenarnya hacking dan cracking memiliki pengertian yang sama. Namun bedanya adalah jika hacking lebih berkonotasi positif sedangkan cracking lebih kepada berkonotasi negatif.

belajar hacking
Hacking VS Cracking

Hacking dan cracking sama-sama melakukan akses ilegal ke sistem komputer orang lain. Namun hacking melakukan akses hanya untuk menemukan celah keamanan sistem komputer. Sedangkan cracking selain untuk menemukan celah keamanan dilanjutkan dengan menggunakan celah keamanan itu untuk mendapatkan keuntungan dari celah tersebut.

Hacking Dengan Ethical Hacking

Kita sudah tahu apa itu pengertian hacking. Kemudian apa itu ethical hacking?. Ditambahkan ethical tentu saja menambah pengertiannya. Ethical memiliki arti yaitu etika, jadi pengertiannya adalah melakukan hacking dengan etika. Etika yang seperti apa?

Hacking beretika berarti melakukan peretasan dengan persetujuan pemilik sistem komputer. Bahkan kadang pemilik sistem yang meminta untuk dilakukan peretasan. Tujuannya adalah untuk memastikan celah keamanan apasaja yang ada di dalam sistemnya. Sebelum diketahui olah hacker lain yang akan mengambil keuntungan dari celah tersebut. Maka pemilik sistem komuter jika sudah mengatahui celah terlebih dahulu bisa menutup celah keamanan yang ada di sistemnya. Sehingga pihak yang akan mengambil keuntungan tadi tidak bisa menemukan celah lagi.

Dalam melakukan ethical hacking, seorang hacker perlu mendapat persetujuan dari pemilik sistem dalam banetuk erjanjian itang di atas putih. Didalam perjanjian tersebut terdapak poin-poin tentang peretasan seperti sistem mana aja yang akan di retas, perjanjian untuk tidak mempublikasikan celah keamanan kepada siapaun dan lain-lain.

Tujuan Kebijakan Keamanan Teknologi Informasi

Untuk melawan hacker kita harus berfikir dan bertindak seperti hacker. maka perlu dilakukan ethical hacking. Hasil dari peretasan legal tadi akan dibuat kebijakan keamanan teknologi informasi atau IT Security Policy. Tujuan kebijaan tadi adalah menghindari penerobosan sistem oleh hacker. Sehingga sistem komputer menjadi lebih aman.

Baca Juga  Penetration Testing:Tujuan,Strategi Dan Toolnya

Sekalipun sistem komputer telah dibuat kebijakan kemanan teknologi informasi tetap saja tidak membuat sistem menjadi aman. Karena tidak ada sistem yang benar-benar aman dari serangan hacker. Akan selalu ada celah keamanan di sistem.

Tujuan dibuat kebijakan ini adalah utntuk memperbesar jurang antara hacker dengan sistem komputer. Jika antara hacker dan sistem komuter terdapat jarak yang sangat besar, maka harapannya hacker akan mengurungkan niatnya ntuk melakukan penerobosan ke dalam sistem.

Untuk melakukan penerobosan diperlukan sumber daya. Seperti waktu, tenaga, fikiran, dan uang. Misalkan untuk meretas suatu sistem dibutuhkan waktu yang lama, tenaga yang besar, fikiran yang dan uang yang besar, maka bisa dipastikan hacker akan berfikir berulang kali. Mengapa? Karena penerobosanya akan menjadi sia-sia. Yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Sehingga akan merubah target ke sistem yang lebih lemah.

Skill Yang Dibutuhkan Untuk Melakukan Hacking

Untuk melakukan hacking diperlukan skill atau kemampuan yang mumpuni. Sekali lagi karena hacking memiliki tingkatan yang berbeda. Maka, skill yang mumpuni tidak memiliki standar skill yang diperlukan.   Kemampuan ini merupakan resume dari skill untuk menjadi ethical hacker EC-COUNCIL.

Berikut ini adalah skill yang perlu diasah ketika mau belajar hacking:

#1. Pengetahuan Untuk Sistem Operasi

Kemampuan pertama yaitu kemampuan untuk menggunakan sistem operasi yang ada. Sistem operasi ini misalkan Windows, Linux, Unix, BSD, Max dan lain-lain. Karena target hacking merupakan komputer, dan komputer sendiri memiliki sistem operasi maka pengetahuan akan sistem operasi menjadi keawajiban.

belajar hacking
From sutriman.com Sistem Operasi

Dengan mahir menggunakan sistem operasi maka bisa dikatakan bisa dengan mudah melakukan hacking. Misal kita jago di sistem operasi windoss, kita bisa melakukan banyak hal dengan wisdows ini. Contohnya yaitu bagaimana konfigurasi manajemen user, masuk ke halaman administrator, menyembunyikan file dan lain-lain.

Atau menguasai sistem operasi khusus yang memang didesain untuk melakukan hacking seperti Backtrcak, yang sekarang menjadi Kalilinux. Didalam sistem operasi ini sudah terpasang tool-tool yang dgunakan untuk melakukan hacking. Kita bisa langsung menggunakannya untuk melakukan hacking. Mudah sekali bukan.

#2. Kemampuan Akan Jaringan Komputer.

Selanjutnya adalah kemampuan jaringan komputer. Kemampuan ini sangat dibutuhkah dalam melakuan hacking. Karena peretasan identik dengan peretasan server milik orang lain. Server diretas dari jarak jauh atau dari jaringan yang berbeda. Minimal peretasan dilakukan didalam jaringan lokal.

Kemampuan dimulai dari konfigurasi jaringan lokal, kemudian ke skala jaringan yang lebih besar lagi. Kemudian menguasai Open System Interconnection (OSI) beserta keseluruhan layer dan karakternya. Menguasai konfigurasi perangkat lunak atau perangkat kerasnya seperti Mikrotik, Cisco, Jupiter, Ubiquiti dan lain lain.

#3. Kemampuan Programming

Mengapa kemampuan programming masuk kedalam skill yang dibutuhkan. Karena target hacking kita adalah sebuah sistem yang dibuat dari berbagai bahasa pemrograman. Target bisa berupa sistem operasi yang dibuat menggunakan bahasa C, atau sebuah aplikasi yang dibuat menggunakan bahasa lainnya.

Jika target kita adalah website, maka menguasai bahasa HTML dan PHP akan sangat membantu. Ditambah dengan penguasaan bahasa SQL maka sangat membantu sekali dalam proses peretasan. Selain dari itu dalam melakuan hakcing nantinya kita akan membutuhkan tool atau aplikasi yang dapat mempercepat proses peretasan.

Dengan adanya tool atau aplikasi tersebut, maka proses hackng bisa menjadi otomatis atau bisa tetap melakukan hacking tanpa kita melakukannya secara manual. Misal dari proses ini adalah proses scaning untuk mencari celah yang terbuka. Misalkan ingin mencari port yang terbuka. Jika tanpa tool maka kita akan mencari satu persatu port yang terbuka, jika sudah ada aplikasi maka kita hanya mengkonfigurasi dan bahkan bisa melakukan scanning dengan jadwal. Sangat membantu bukan.

Baca Juga  10 Celah Keamanan Website Yang Paling Sering Jadi Target Hacker

Dengan menguasai programming seperti bahasa C, Delphi, PHP,HTML,Python, R, dan lainnya kita bisa membuat tool yang sangat membntu proses hacking. Menjadikan peretasan lebih mudah, lebih efisien dalam penggunaan waktu, dan efisien dalam tenaga dan fikiran. Oleh karena itu kemampun programming ini sangat membantu sekali.

#4. Kemampuan Out Of The Box

belajar hacking selain ke hal teknisnya, perlu juga yang non teknis seperti kemampuan out of the box. kemampuan ini bukan kemampuan teknis dalam melakukan hacking. Namun kemampuan ini dibutuhkan untuk menyukseskan peretasan yang dilakukan. Mengapa bisa seperti itu? karena adakalanya peretasan yang kita lakukan mengalami proses buntu. Proses buntu maksudnya adalah ketika sistem yang kita jadikan target hacking sangat aman, diberikan perlindungan berlapis. Sehingga terlihat mustahil untuk diretas.

Namun dengan berfikir out of the box sang hacker bisa mencari jalan lain untuk masuk kedalam sistem. Misal dengan mengorek kotak sampah kantor dari target. Atau meminjam ID Card dari kantor target. Atau menggunakan social engineering dimana hacker akan mencari informasi secara langsung atau tidak langsung kepada individu dari pengguna sistem target.

Inti dari kemampuan berfikir out of the box adalah pantang menyerah. Akan selalu ada celah di sebuah sistem. Entah dari softare nya, hardware nya, atau dari brainwarenya. Ketiga peran tersebut bisa saja memiliki celah yang bisa dimanfaatkan untuk masuk ke dalam sistem target.

#5. Kemampuan Manajemen

Kemampuan manajemen bukan termasuk kepada kemampuan teknis dalam melakukan hacking. Namun dimasukkan kedalam kemampuan yang harus dimiliki seorang hacker karena kemampuan ini diperlukan untuk sukses sebagai seorang hacker. Mengapa?

Saat ini sudah terdapat undang-undang yang menjadikan seorang hacker atau yang melakukan aksi ilegal bisa dipidana. Artinya seorang hacker akan menjadi musuh hukum suatu negara. Mungkin dahulu orang yang bisa masuk atau menerobos kedalam sistem akan diberi penghargaan atau dijadikan karyawan perusahaan pemilik sistem tersebut.

Tapi saat ini tidak lagi, karena akan dijatuhi pidana tergantung tingkat kesalahannya. Oleh karena itu mengelola proess hakcing sangat diperlukan. Agar peretasan yang dilakukan sukses. Tentu pelaku atau orang yang meretas tidak ingin aksinya diketahui oleh aparat penegak hukum, jika itu dilakukan maka resikonya adalah ia akan berurusan dengan hukum dan kemungnkinan mendapat hukuman seperti ganti rugi atau masuk sel tahanan sudah menanti.

Degan adanya kemampuan mengelola ini hacker akan membuat langkah yang baik sehingga aksinya tidak mudah untuk dideteksi. mempertimbangkan antara yang didapat dengan resiko yang diperoleh apakah lebih besar hasilnya. Bagaimana jika ketahuan, bagaimana jika dikhianati. Hal itu sepantutnya difikirkan oleh hacer.

5 Langkah Hacking

Dalam melakukan hacking ada langkah-langkahnya. Mulai dari langkah pertama sampai langkah terakhir yang tidak bisa dilewati atau dilompati. berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan peretasan:

#1. Reconnaissance

Langkah ini adalah langkah pertama dalam proses hacking. Pada langkah ini  yang dilakukan adalah mengumpulkan  informasi dari target. Mengkalkulasi keuntungan apa yang akan didapat ketika berhasil meretas, dan kerugian apa yang didapat ketika gagal meretas sistem target.

Pada langkah ini hacker belum benar-bena memutuskan apakah akan membobol sistem atau belum. Karena belum ada motivasi yang benar-benar mendorong untuk meretas. Jika sudah ditemukan motivasi maka hacker akan melanjutkan ke langkah kedua.

#2. Scanning

Pada langkah in hacker telah menemukan motivasi untuk membobol sistem. Scanning meruakan pencarian informasi dari target kedalam hal yang lebih spesifik dan teknis. Scanning bertujuan untuk mencari informasi seperti skala jaringan komputer yang dimiliki oleh target. Topologi seperti apa yang digunakan. Server sepereti apa, sistem operasi yang digunakn. Port yang terbuka, kemudia service yag dijalankan oleh sistem komputernya.

Baca Juga  Kriptografi : Pengertian, Tujuan Dan Jenis Algoritmanya

Pada langkah ini hacker sudah bisa menentukan kira-kira celah apa yang bisa dimanfaatkan untuk masuk kedalam sistem. Apakah melalui sistem operasinya, atau web servernya. Jika dikedua celah tersebut tidak bisa digunakan untuk masuk, kemungkinan hacker akan masuk melalui metode social engineering sangat besar.

Jika keutungan yang diperoleh tidak sebanding dengan resiko yang didapat. Kemungkinan besar hacker akan meninggalkan target tersebut, kemudian mencari target yang lebih lemah dari sisi keamanannya. Untuk mengetahui tool-tool yang digunakan saat scanning bisa membaca artikel ini ya.

#3. Gaining Access

Langkah ini adalah ketika hacker berhasil masuk kedalam sistem target. Pada posisi ini peretas bisa melakukan apa saja seperti merubah file, menghapus, menambakan file, dan lain-lain. Karena pada dasarnya peretas sudah menjadi pemilik lain dari sistem target.

#4. Maintaining Access

Langkah ini bertujuan agar peretas bisa kembali lagi menguasai atau masuk ke dalam sistem tanpa melakukan proses peretasan dari awal. Pada langkah ini hacker memasang semacam aplikasi yang memungkinkan dia untuk masuk kembali dengan mudah. aplikasi yang digunakan seperti Rootkit, Backdoor, Trojan dan lan-lain.

#5. Clearing Track

Langkah ini adalah langkah terakhir dari proses hacking. Yaitu membersihkan jejak dari peretasan yang dilakukan. Perlu diketahui apapun yang dilakukan di dalam sistem komputer tercatat dalam bentuk file log komputer tersebut. Jadi apapun yang dilakukan bisa diketahui oleh admin atau pemilik komputer.

Tentuk sang peretas tidak ingin diketahui aksinya apalagi berencana untuk tertangkap karena aksi hackingya. Semua tentu tidak ingin bukan. Memanipulasi file log sangat perlu dilakukan agar tidak terkena resiko tersebut. Bagaimana melakukannya dan tool yang digunakan untuk clearing track bisa dibaca di artikel ini ya.

Platform Yang Menjadi Target Untuk Hacking

selain materi-materi yang di atas, kalau kamu sedang belajar hacking, kamu juga sebaiknya belajar platform yang menjadi target peretsan seperti :

  1. Perangkat Berbais Web
  2. Perangkat Berbasis Mobile
  3. Perangkat Berbasis Desktop
  4. Perangt Internet Of Thins (IOT)
  5. Perangkat User Atau Manusia

Hacker Menurut Tingkatannya

untuk kamu yang sedang belajar hacking, ternyata hacker juga punya tingkatannya. Sobat aliyhafiz.com berikut ini adalah tingkatan dari peretas:

#1. Blackhat

Hacker jenis ini adalah peretas yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam hal komputer. Kemampuan mereka bisa menemukan celah keamanan pada sistem komputer instansi besar seperti bank, pemerintahan dan lainnya. Lebih dekat disebut dengan cracker karena ketika masuk kedalam sistem komputer maka kemungkinan untuk melakukan pengrusakan sangat besar, bisa merusak data, mencuri informasi dan lainnya.

belajar hacking
murdockruz.com Blackhat VS Whitehat

#2. Whitehat

Hacker jenis ini adalaah meraka yang bekerja menjadi pakar keamanan sistem komputer. Meretas untuk menemukan celah kemudian menutup celah tersebut agar tidak digunakan oleh peretas yang jahat.

#3. Greyhat

Hacker jenis ini terletak antara blackhat dan whitehat. Mendekati kepada whitehat karena sikapnya yang tidak berbuat kerusakan. Bekerjasama dengan institusi untuk menemukan celah dan memberikan saran agar celah itu untuk ditutup.

#4. Suicide Hacker

Hacker jenis ini adalah sesorang atau sekelompok orang yang melakukan peretasan untuk merusakan infrastruktur penting. Yang mana jika diketahui maka resikonya akan sanga berat bisa dihukum pidana puluhan tahun. Dimana meraka tidak takut akan hukuman tesebut

#5. Script Kiddies

Hacke jenis ini adalah meraka yang melakukan hacking menggunakan tool-tool yang berasal dari hacker sebenarnya. Kemampuan bidang sistem operasi, jaringan komputer, dan programmingnya masih minim.

#6. Spy Hacker

Hacker jenis ini adalah seseorang atau sekelompok orang yang dipekerjakan oleh organisasi untuk memata-matai pesaing.

#7. Cyber Terrorist

Hacker jenis ini adalah mereka yang melakukan peretasan untuk menebarkan ketakutan di masyarakat umum.

#8. State Sponsored Hacker

Hacker jenis ini adalah mereka dipekerjakan oleh pemerinah untuk melakukan penerobosan kedalam sistem komputer negara lain.

Itu dia tingkatan hacker berdasarkan apa yang dilakukan. Pembaca termasuk kepada hacker yang mana hehehe…jangan sampai mempelajari komputer dan melakukan hacking untuk membuat kerusakan ya. Demikian penjelasan tentang belajar hacking mulai dari mana. Semoga bermanfaat…

Share ke:

3 comments on “Belajar Hacking: Mulai Darimana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *